Sebuah tugu mejulang tinggi berbentuk seperti Menara Miring Pissa di Italia berdiri gagah di Kota Tegal.
Menara tersebut di zaman Kolonial Belanda bernama Waterleiding. Waterleiding didirikan untuk memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat Tegal dan sekitarnya.
Ada bagian atas pintu masuk Waterleiding terdapat tulisan ANNO 1930 yang artinya bangunan tersebut sudah berdiri sejak tahun 1930 dan diresmikan pada tanggal 5 Maret 1932.
Pada bagian depan setelah pintu gerbang terdapat plakat prasasti yang masih dijaga keasliannya karena prasasti tersebut masih menggunakan bahasa Belanda : “Batu peringatan ini diresmikan pada 5 Maret 1932, mengaliri pipa air untuk Tegal dan sekitarnta”.
Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942 – 1945 bangunan ini berfungsi sebagai menara air bersih tetap dengan nama ‘Suwindo’ yang artinya pipa air. Setelah kemerdekaan, bangunan ini menjadi bagian dari perusahaan Saluran Air Minum hingga tahun 1975 berganti menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Tugu sing duwur bentuke kaya menara Pissa neng Italia ngadeg gagah neng Kota Tegal. Menara kuwe ana neng jaman jajahane Belanda sing arane Waterleiding.
Waterleiding digawe kanggo menuhi kebutuhan banyu wong Tegal karo wong sekitare.
Neng nduwur lawang manjinge Waterleiding ana tulisan ANNO 1930 sing artine bangunan kue uwis digawe awit taun 1930 karo diresmikna neng tanggal 5 Maret 1932.
Neng ngarep sawise rajeg ana plakat prasasti sing esih awet awit gemiyen soale prasasti kuwe esih nganggo bahasane wong Landa: “Batu peringatan ini diresmikan pada 5 Maret 1932, mengaliri pipa air untuk Tegal dan sekitarnya”.
Neng waktu kuwe wong Jepang taun 1942-1945 bangunan kie gunane nggo menara banyu bersih sing arane ‘Suwindo’ sing artine pralon banyu.
Sawise Indonesia merdeka, bangunan kie gadi bagian kantor saluran banyu sing nggo nginung kosih taun 1975 nganti dadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Seiring dengan perkembangan teknologi internet yang semakin pesat, masyarakat cenderung lebih tertarik pada media digital. Hal ini menyebabkan menurunnya minat masyarakat dalam mempelajari sejarah bangunan yang ada di Kota Tegal. Oleh karena itu memberikan ruang kepada kami untuk memanfaatkan media digital sebagai upaya memperkenalkan/melestarikan bangunan bersejarah di Kota Tegal. Informasi digital ini kami buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Projek Kepemimpinan Universitas Pancasakti Tegal.


No comments:
Post a Comment