Wednesday, June 26, 2024

Taman Pancasila

Wilhelmina Park atau Taman Wilhemina adalah sebuah taman yang berlokasi tepat di depan Gedung S.C.S dan Stasiun Kota Tegal. Penamaan Taman tersebut diambil dari nama seoarang Ratu Belanda yang bernama Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange Nassau.

Ratu Wilhelmina memerintah Belanda selama lebih dari 50 tahun (1890 – 1948) lebih lama dari pada penguasa monarki kerajaan Belanda lainnya. Masa kekuasaannya menjadi saksi beberapa titik perubahan di Belanda dan sejarah dunia Perang Dunia 1 dan Perang Dunia 2, krisis ekonomi tahun 1933 dan juga kejatuhan Belanda sebagai penguasa kolonial.

Pada saat kepemimpinan Ratu Wilhelmina hampir seluruh tempat yang dianggap penting seperti diwajibkan menyematkan nama “WILHELMINA”. Seperti taman, terowongan kereta api, stasiun kereta api, dan lain lain.

Tak terkecuali di Kota Tegal, de Wilhelmina Park dulunya adalah sebuah taman cantik yang dijadikan tempat para berkumpulnya orang – orang Eropa yang ingin menikmati sore atau akhir pekan di sekitar Stasiun Tegal dan Gedung SCS.

Ada hal yang menarik pula di Wilhelima Park, berdiri sebuah tugu beranak tangga 5 buah, tugu tersebut diberi nama Tugu Pancasila. Kemudian Tegal berhasil mengusir para penjajah termasuk Belanda, maka dibangunlah sebuah tugu peringatan yang bernama Tugu Pancasila, dan nama jalan di kawasan bekas Wilhelmina Park bernama Jalan Pancasila dan nama Wilhelmina Park pun juga diganti menjadi Taman Pancasila.
Wilhelmina Park atawa Taman Wilhelmina kuwe pekarangan sing ana neng ngarepe bangunan S.C.S karo stasiun. Aran Wilhelmina dijukut saking arane Ratu Belanda ‘Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange Nassau’ sing mimpin kurang luwih 50 tahun (1890-1948), luwih suwe saking pemimpin liane.

Pas jamanne dadi bukti perubahanne Belanda karo sejarah Perang Dunia 1, Perang Dunia 2, Krisis Ekonomi 1933, sampe Belanda dadi penguasa kolonial. Jaman pimpinane Ratu Wilhelmina kabeh panggonan sing dianggep penting wajib nganggo nama “Wilhelmina”. Kaya taman, terowongan sepur, stasiun garo liyane.

Salah sijine neng Kota Tegal, de Wilhelmina Park maune pekarangan apik sing didadekna panggonan kumpule uwong-uwong Eropa sing pengin nyante sore atawa pas dina minggu neng sekitare stasiun karo gedung S.C.S. Sing paling apik saking Wilhelmina Prak kuwe ngadeg tugu sing undaganne ana 5.

Terus wong Tegal wis bisa ngusir penjajah kaya Belanda, akhire tugu kuwe didadekna tugu peringatan sing arane tugu pancasila, dalan bekase Wilhelmina Park diarani Jalan Pancasila terus saiki Wilhelmina Park diganti aran dadi Taman Pancasila.

Tuesday, June 25, 2024

Waterleiding

Sebuah tugu mejulang tinggi berbentuk seperti Menara Miring Pissa di Italia berdiri gagah di Kota Tegal. Menara tersebut di zaman Kolonial Belanda bernama Waterleiding. Waterleiding didirikan untuk memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat Tegal dan sekitarnya.

Ada bagian atas pintu masuk Waterleiding terdapat tulisan ANNO 1930 yang artinya bangunan tersebut sudah berdiri sejak tahun 1930 dan diresmikan pada tanggal 5 Maret 1932.

Pada bagian depan setelah pintu gerbang terdapat plakat prasasti yang masih dijaga keasliannya karena prasasti tersebut masih menggunakan bahasa Belanda : “Batu peringatan ini diresmikan pada 5 Maret 1932, mengaliri pipa air untuk Tegal dan sekitarnta”.

Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942 – 1945 bangunan ini berfungsi sebagai menara air bersih tetap dengan nama ‘Suwindo’ yang artinya pipa air. Setelah kemerdekaan, bangunan ini menjadi bagian dari perusahaan Saluran Air Minum hingga tahun 1975 berganti menjadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Tugu sing duwur bentuke kaya menara Pissa neng Italia ngadeg gagah neng Kota Tegal. Menara kuwe ana neng jaman jajahane Belanda sing arane Waterleiding.

Waterleiding digawe kanggo menuhi kebutuhan banyu wong Tegal karo wong sekitare.

Neng nduwur lawang manjinge Waterleiding ana tulisan ANNO 1930 sing artine bangunan kue uwis digawe awit taun 1930 karo diresmikna neng tanggal 5 Maret 1932.

Neng ngarep sawise rajeg ana plakat prasasti sing esih awet awit gemiyen soale prasasti kuwe esih nganggo bahasane wong Landa: “Batu peringatan ini diresmikan pada 5 Maret 1932, mengaliri pipa air untuk Tegal dan sekitarnya”.

Neng waktu kuwe wong Jepang taun 1942-1945 bangunan kie gunane nggo menara banyu bersih sing arane ‘Suwindo’ sing artine pralon banyu.

Sawise Indonesia merdeka, bangunan kie gadi bagian kantor saluran banyu sing nggo nginung kosih taun 1975 nganti dadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
.

Gedung SCS (Semarang–Cheribon Stoomtram

Gedung Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij atau yang biasa dikenal dengan Gedung SCS terletak di depan Stasiun Tegal yang dirancang oleh arsitektur berkebangsaan Belanda bernama Henri MacLaine Pont seorang lulusan TH Delft, Maclaine Pont sendiri adalah menantu dari Ir. J. Th Gerlings sebagai direktur SCS.

Gedung SCS dibangun mulai tahun 1911 kemudian diresmikan pada tahun 1913, pada masa itu Gedung SCS berfungsi sebagai Kantor Perusahaan Perkeretaapian Swasta milik Belanda dan mempunyai trayek yang menghubungkan antara Kota Semarang dengan Cirebon yang melewati pesisir Pantai Utara Jawa sepanjang 373 km.

Era 1970-an Gedung ini beralih fungsi menjadi kantor birao yang mengatur catatan sipil Masyarakat Kota Tegal, melalui hal tersebut masyarakat Tegal mengenal Gedung ini dengan sebutan Gedung Birao.
Gedung Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij atawa sing dikenal karo Gedung SCS ana neng ngarep Stasiun Tegal sing digawe ganing arsitek wong landa arane Henri Maaclaine Pont wong sing lulusan TH Delft, Maclaine Pont dewek mantune Ir. J.Th Gerlings sing ndue jabatan direktur SCS.

Gedung SCS digawe sajege taun 1911 sawise kuwe diresmikna pas taun 1913, gemiyen gedung SCS fungsine gadi kantor sepur swasta ndekene wong Landa karo ndue dalan sing nyambungna karo Kota Semarang karo Cirebon sing nglewati pinggir laut lor Jawa sing dawane 373 km. Taun 1970-an Gedung kie fungsine gadi kantor birao sing ngatur catatan sipil uwong Kota Tegal, mulane wong Tegal kenal gedung kie arane Gedung Birao.

Bangsa Landa mbangun SCS neng Tegal soale lokasi kota Tegal ada neng tengah Semarang karo Cirebon terus kota Tegal nduweni pelabuhan sing lokasine dianggep strategis. Konsep bangunan SCS kue realisasi Europeesche architectuur in Indie yakue konsep arsitek Eropa neng negeri jajahan. Bangunan kie posisine sing wetan anjog kulon terus lokasi jendela kaca neng gedung SCS diarahna ngadep lor sampe kidul, endah ora langsung kena sinar srengenge esuk mbuh sore.

Henri MacLaine Pont nganggo matrial lokal endah njunjung peran arsitek lokal kaya bata abang, gendeng, lempung, kayu jati sing didenggo mbangun SCS. Matrial dudu lokal sing didenggo neng Gedung SCS ana wesi, beton, baja, karo kaca motif khusus langsung teka sing Landa nggo aksen bangunan, kaca kuwe didalah neng ruang tingkat endah katon wong-wong sing ana neng jero gedung.

Jendela sing ana neng lante ngisor Gedung SCS kacane sing dipasang mundur 2 meter nggo jalur wong mlaku karo digawe tembok bolong ngarep gaya renaissance wis digawe bates kebon ngarep karo ngalangi sinare srengenge. Lante 2 gedung SCS fungsine kanggo loteng, lante telu kanggo gudhang.

Sawise Indonesia merdeka sekabehe bangunan sing ditinggalna wong Landa di wekena neng pemerintahan Indonesia, tapi gedung SCS kie diakui ganing PT. Kereta Api Indonesia sing sedurunge arane PJKA. Neng taun 1980 Gedung Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij tau disewa ganing Yayasan Pancasakti sing dadi kampus 2 Universitas Pancasakti Tegal.

Stasiun Kereta Api Kota Tegal

Stasiun Tegal terletak di wilayah Tegal Timur antara perbatasan kelurahan Panggung dan Slerok. Stasiun ini dibangun pada tahun 1885 dan diresmikan sebagai Stasiun Trem Tegal – Balapulang milik Javasche Spoorweg Maatschappij (JSM) pada 17 November 1886.

Maskapai perkeretaapian Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) membeli Stasiun Tegal pada tanggal 16 September 1895 kemudian melengkapi bagian atap besar yang menaungi dua jalur kereta api dengan bahan dasar kayu.

Bangunan Stasiun Tegal dirancang oleh seorang arsitektur berkebangsaan Belanda bernama Henri MacLaine Pont, sebelumya Henri MacLaine Pont pernah merancang Gedung SCS atau yang biasa orang Tegal kenal dengan sebutan Gedung Birao.

Seiring dengan pengoperasian jalur kereta api ruas Brebes–Tegal, pada tanggal 1 Mei 1918 Stasiun baru di Slerok telah dibangun. Sejak Agustus 1994 SCS mengoperasikan Stasiun Semarang untuk menggantikan Stasiun Pendrika sebagai akibat dari peningkatan kebutuhan penumpang dan barang sehingga SCS membuat rencana untuk meningkatkan kapasitas lintas.

Pada masa itu Stasiun ini terletak di depan Gedung SCS atau Birao. Selain mengoperasikan Stasiun baru, SCS juga mengoperasikan jalur baru sepanjang 12 km yang jalurnya sejajar dengan dengan jalur cabang Tegal–Prupuk bekas JSM setelah memasuki wilayah Kejambon, sehingga jalur baru ini memiliki keunikan dan diharapkan mampu menambah kecepatan kereta api uap dari 30 menjadi 45 km/jam pada masa itu.

Kemudian seiring dengan pengoperasian jalur baru ini, secara otomatis SCS menutup jalur lama yang melalui pemberhentian di Limbangan, Kaligangsa, Krandon, Sumurpanggang, dan Pasurungan karena trem uap digantikan dengan kereta api rel berat.

Stasiun Tegal memiliki 6 jalur kereta api, jalur 1 merupakan kereta lurus Cirebon - Semarang, jalur 2 merupakan kereta lurus Slawi – Prupuk, jalur 4 merupakan kereta lurus balai yasa - Depot Pertamina, kemudian tiga jalur sisanya digunakan untuk menyimpan rangkaian gerbong ketel pertamina.

Setelah diterapkannya jalur ganda, pada tanggal 15 Desember 2003 Stasiun Tegal hingga Stasiun Brebes mulai dioperasikan. Kemudian mulai akhir Maret 2013 disusul hingga Larangan, jalur 1 dijadikan sebagai kereta lurus untuk arah Cirebon, jalur 2 dijadikan sebagai kereta lurus untuk arah Semarang, dan percabangan menuju Slawi–Prupuk dipindahkan ke jalur 3.
Stasiun Tegal ana neng wilayah Tegal Wetan neng perbatasan kelurahan Panggung karo Slerok. Stasium kie dibangun pas taun 1885 diresmikna gadi Stasiun Trem Tegal – Balapulang sing duwe Javasche Spoorweg Maatschappij (JSM) awit 17 November 1886.

Kantor sepur Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) tuku Stasiun Tegal awit tanggal 16 September 1895 terus ngrampungna gendeng gede sing nutupi rong jalur sepur nganggo bahan dasar kayu.

Bangunan Stasiun Tegal digawe daning arsitek Landa sing arane MacLaine Pont, sedurunge Henri MacLaine Pont wis ngrancang Gedung SCS atawa sing dikenal wong Tegal sing disebut Gedung Birao.

Dalane oprasi jalur sepur Brebes – Tegal, tanggal 1 Mei 1918 Stasiun anyar neng Slerok. Awit Agustus 1994 SCS wis ngoprasikna Stasiun Semarang kanggo ngganti Stasiun Pendrika gara-gara manjate kebutuhan penumpang karo barang SCS nggawe rencana nganggo nambah dalan.

Pas masa kuwe Stasiun kie ana neng ngarep Gedung SCS atawa Birao. Saliyane ngoprasikna Stasiun anyar, SCS ngoprasikna jalur anyar dawane 12 km sing sejajar karo jalur cabang Tegal-Prupuk bekas JSM sawise manjing wilayah Kejambon, mula jalur anyar kie unik karo diharapna nambah kecepetan sepur uap sing 30 dadi 45 km/jam neng waktu kuwe.

Barengan karo oprasi jalur anyar kuwe, SCS otomatis nutup jalur lawas sing mandeg neng Limbangan, Kaligangsa, Krandon, Sumurpanggang, karo Pesurungan soale Trem uap diganti karo sepur rel kulon.

Stsiun Tegal duwe 6 jalur sepur, jalur 1 kuwe sepur lurus Cirebon – Semaranag, jalur 2 kuwe sepur lurus Slawi – Prupuk, jalur 4 kuwe sepur lurus balai yasa – Depot Pertamina, sawise telung jalur luwihe didenggo kanggo nyimpen seri mobil ketel pertamina.

Sawise diterapna jalur ngepang, tanggal 15 Desember 2003 Stasiun Tegal anjog Stasiun Brebes mulai dioprasikna. Awit mulai akhir Maret 2013 disusul anjog Larangan, jalur 1 didadekna sepur lurus sing arah Cirebon, jalur 2 didadikna sepur lurus kanggo arah Semarang, karo cabang sing maring Slawi-Prupuk dipindahna neng jalur 3.

Masjid Agung Kota Tegal

Masjid Agung Kota Tegal terletak di sebelah barat alun – alun Kota Tegal, masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Kota Tegal yang dibangun oleh seorang ulama dan penghulu pertama di Kota Tegal yakni KH. Abdul Aziz.

Pada saat itu beliau masih memiliki hubungan kerabat dengan Raden Reksonegoro VI yang menjabat sebagai bupati Tegal pada masa itu.

Masjid Agung Kota Tegal dibangun sekitar tahun 1825 – 1830 pada saat berlangsungnya perang Jawa yang dipimpin oleh Pangeran Diponegoro, sehingga dapat dikatan bahwa Masjid Agung Kota Tegal merupakan salah satu saksi bisu bangunan bersejarah yang ada di Kota Tegal.

Sejak berdirinya Masjid Agung Kota Tegal hingga saat ini telah tercatat beberapa kali dilakukan renovasi. Tahun 1927 dibangun Kantor Urusan Agama untuk melangsungkan pernikahan bagi umat Islam Tegal yang sebelumnya merupakan ruang paseban masjid.

Sekitar tahun 1980-an Masjid Agung Kota Tegal memiliki tradisi yang unik, tradisi tersebut adalah pembakaran petasan berukuran besar di halaman masjid pada saat bulan Ramadhan sebagai penanda waktu maghrib atau berbuka.

Seiring perkembangan zaman tradisi tersebut dihilangkan karena bersifat mubazir dan digantikan dengan pengeras suara untuk mengumandangkan adzan setinggi 32 meter yang diletakkan di atas menara masjid.
Masjid Agung Kota Tegal ana neng mbang kulone alun – alun Kota Tegal, masjid kue salah siji masjid paling tua neng Kota Tegal sing dibangun ulama karo penghulu pertama neng Kota Tegal arane KH. Abdul Aziz.

Waktu kuwe KH. Abdul Aziz esih seduluran karo Raden Reksonegoro VI sing njabat bupati Tegal lagi masa kuwe. Masjid Agung Kota Tegal dibangun awit taun 1825 – 1830 pas wayahe perang jawa sing mimpin Pangeran Diponegoro, Mulane bisa diarani Masjid Agung Kota Tegal dadi salah sijine bukti bangunan sejarah neng Kota Tegal.

Awit ngadege Masjid Agung Kota Tegal nganti saiki, renovasi wis ping pirang - pirang dilakoni. Taun 1927 dibangun Kantor Urusan Agama kanggo langsungna nikahan umat Islam Tegal sing sedurunge dadi ruang paseban masjid.

Awit taun 1980-an Masjid Agung Kota Tegal nduwe tradisi sing unik, tradisi kue nyuled mercon sing ukurane gede neng latare masjid dang wulan puasa kanggo ngain ngerti wayah maghrib atawa buka puasa.

Melune gantine jaman tradisi kuwe diilangna soale sifate mubazir dadine diganti toa kanggo adzan sing duwure 32 meter didalah neng duwur menara masjid.

Wednesday, June 19, 2024

Program Pendidikan Profesi Guru Prajabatan

PPG Prajabatan adalah program pendidikan profesi untuk mencetak generasi baru guru-guru Indonesia yang memiliki panggilan hati menjadi guru, profesional, komitmen menjadi teladan, cinta terhadap profesi, dan pembelajar sepanjang hayat. PPG Prajabatan diselenggarakan bagi lulusan sarjana atau sarjana terapan maupun Diploma IV baik dari jurusan pendidikan maupun non kependidikan bagi calon guru untuk mendapat sertifikat pendidik. Perjalanan menjadi Generasi Baru Guru Indonesia dimulai dengan tahap seleksi dan mengikuti rangkaian Program Pendidikan Profesi Guru selama dua semester yang terdiri dari perkuliahan, praktik kerja lapangan, proyek kepemimpinan, dan pendampingan. Visi PPG Prajabatan : Menciptakan keseimbangan kebutuhan dan pemenuhan guru secara kuantitas dan kualitas sehingga layanan pendidikan dapat berjalan dengan baik demi terwujudnya Profil Pelajar Pancasila. Sumber : https://ppg.kemdikbud.go.id/prajabatan

Informasi Universitas Pancasakti Tegal

Universitas Pancasakti (UPS) Tegal adalah salah satu perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah yang berkedudukan di Kota Tegal. Berdiri pada tanggal 1 Maret 1980. Semula bernama Universitas Pancasila Tegal dengan harapan dapat menjadi Benteng Pancasila di wilayah Pantura khususnya Eks Keresidenan Pekalongan. UNIVERSITAS PANCASILA TEGAL oleh Pengurus YAYASAN PENDIDIKAN PANCASILA TEGAL melalui Surat Keputusan Nomor Org/1.001/1980 tanggal 1 Maret 1980 tentang Pendirian Universitas Pancasila Tegal. Surat Keputusan KOPERTIS Wilayah V Jawa Tengah Nomor 090/K/22/Kop/1980 tanggal 21 Juni 1980 keberadaan Universitas Pancasila Tegal dikukuhkan. Keputusan Pengurus Yayasan Pendidikan Pancasila Tegal Nomor C.I.PRB/S.K/YPP/X/1984 tertanggal 1 Oktober 1984, Universitas Pancasila Tegal berubah nama menjadi Universitas Pancasakti Tegal. Pergantian nama Universitas Pancasila Tegal menjadi Universitas Pancasakti Tegal dikukuhkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui Surat Keputusan Nomor 0191/0/1985 tanggal 20 April 1985. Edaran Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan serta surat dari DIKTI dan surat dari Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila di Jakarta, maka melalui Surat Keputusan Pengurus Yayasan Pendidikan Pancasila Tegal Nomor C.I.PRB/S.K/YPP/X/1984 tertanggal 1 Oktober 1984, Universitas Pancasila Tegal berubah nama menjadi Universitas Pancasakti Tegal. Akta Notaris Nomor 45 tanggal 27 November 1986 oleh Ratna Sintawati Tanujaya, SH. yang isinya antara lain : Merubah nama Yayasan Pendidikan Pancasila Tegal menjadi Yayasan Pendidikan Pancasakti Tegal; Merubah nama Universitas Pancasila Tegal menjadi Universitas Pancasakti Tegal; Memberhentikan dari kedudukannya sebagai anggota Pengurus, yaitu : Soenoto, BA., sebagai Wakil Ketua II;Petrus Handoyo, sebagai Bendahara II. (terhitung sejak tanggal 9 Juni 1982).
Sumber : upstegal.ac.id